RSS Feed

Category Archives: Improve Our Life

Persepsi Salah Tentang Yoga


Seiring dengan pesatnya perkembangan yoga di dekade ini, ternyata masih banyak yang salah paham terhadap yoga. Umumnya kesalahpahaman ini muncul karena kurangnya informasi tentang yoga, khususnya bagi mereka yang baru mulai tertarik.

Bukan hanya bagi mereka yang fit dan fleksibel
Bila melihat foto yang menggambarkan pose yoga yang lentur, Anda dapat memperoleh kesan bahwa yoga hanyalah untuk mereka yang muda, kuat dan atletis. Sebenarnya, bila Anda merasa bahwa Anda tidak mampu melakukan yoga, maka yoga justru akan sangat membantu Anda. Sangat umum terjadi bahwa orang tanpa pengalaman yoga justru paling cepat memperoleh kemajuan/manfaat untuk kondisi kesehatan, dibandingkan dengan mereka yang sudah sering berlatih.

Bukan hanya bagi mereka yang berbadan sehat
Banyak penelitian sudah dilakukan baik di India maupun Barat bahwa yoga dapat digunakan untuk terapi kesehatan, baik itu kesehatan fisik, mental maupun emosional. Walaupun yoga bukanlah obat, namun kombinasi antara pengobatan medis dengan latihan yoga dapat membantu menyembuhkan berbagai macam penyakit dengan lebih cepat dan efektif. Hal ini karena yoga menggunakan pendekatan holistik terhadap diri manusia sehingga dapat diaplikasikan untuk setiap orang. Anda dapat menemukan berbagai macam kelas, kursus ataupun buku tentang terapi yoga di berbagai tempat.

Bukan agama
Yoga memang berasal dari India, namun bukan praktik agama Hindu — yang kebetulan juga berasal dari India. Betul bahwa ada sisi spiritual dalam yoga, namun Anda tidak harus terikat terhadap suatu agama tertentu untuk mempraktikkan yoga. Anda bisa melakukan pendekatan “ambil yang anda perlu dan lupakan yang lainnya” terhadap yoga. Bila Anda hanya menginginkan kesehatan fisik, silakan latihan asanas sebanyak-banyaknya. Tidak ada paksaan apapun dalam berlatih yoga karena memang hanya Anda-lah yang akan merasakan manfaat yoga secara keseluruhan.

Itulah indahnya yoga. Begitu luas makna dan manfaatnya sehingga Anda dapat menerapkannya sesuai kondisi Anda.

Sudahkah Anda berlatih yoga hari ini?

Dikutip dari YAHOO! SHE 07/11/2011

Advertisements

Konsep Terapi Yoga



DEFINISI YOGA
Secara harafiah kata yoga berarti “bersatu atau bergabung”. Dalam latihan yoga, kita menggabungkan dan menyatukan pikiran dan tubuh kedalam satu kesatuan yang saling melekat dan seimbang. Yoga adalah salah satu sistem perawatan kesehatan yang menyeluruh tertua yang pernah ada, yang berfokus pada pikiran dan tubuh (Cynthia, 2007).

Yoga adalah sebuah kata Sansekerta kuno. Kata ini mempunyai dua arti yang berbeda, yaitu arti umum dan arti teknis. Dalam arti umum, kata ‘yoga’ berasal dari asal kata Yujiryoge, yang berarti bergabung, bersatu, atau persatuan dari dua benda atau lebih. Arti teknik dari istilah yoga diperoleh dari Yuj yang lain. Di sini kata itu bukan “persatuan”, melainkan “keadaan stabil, diam, dan damai”. Kata yoga di sini menunjukkan keadaan diam dan cara atau praktikyang membawa pada keadaan itu (Savitri, 2009).

Mempelajari joga adalah seperti mempelajari bahasa baru bagi tubuh dan pikiran. Olehkarena itu yoga tidak dapat dipelajari hanya semalam saja. Yoga adalah sebuah bidang ilmu yang harus terus dipraktikkan, dimurnikan, adan dialami.
Yoga juga merupakan alat yang kuat, menyeluruh, dan membawa perubahan yang dapat menengakan pikiran dan membuat lebih terpusat. Selain itu yoga juga mengembangkan kecerdasan bawaan dan alm sadar. Bersamaan dengan pikiran yang bisa menjadi tenang, tubuh terbuka untuk melepaskan ketegangan dan emosi yang telah tertahan untuk waktu yang lama. Dapat menyeimbangkan emosi dan memberikan ketanangan. Ibarat pohon yang diayun–ayun oleh angin, tetapi selalu kembali seperti semula.

Yoga bisa juga disebut sebagai sebuah alat terapi. Banyak penyakit dan gangguan tubuh yang dapat dilepaskan melalui berbagai posisi tubuh tertentu dan latihan pernafasan dibawah bimbingan pelatih yoga terlatih. Dan setiap orang dapat melakukan yoga tanpa memandang usia, ukuran, kelenturan, ataupun kesehatan (Cynthia, 2007).

MANFAAT YOGA

1). Pembaruan Energi
a. Energi Penuaan yang Anggun
Berbagai posisi yoga yaitu anti penuaan dan anti gravitasi. Berbagai proses tersebut dapat mengurangi pengeriputan organ atau otot yang ditimbulkan oleh proses penuaan dan pengaruh proses gravitasi yang terus-menerus. Latihan yoga yang teratur dapat meningkatkan kelenturan dan mempertahankan kelenturan dan meremajakan tulang punggung. Berbagai posisi tersebut juga dapat mengembangkan koordinasi dan juga keseimbangan dalam proses penuaan. Yoga dapat memperbaiki postur tubuh dan dapat pula untuk meningkatkan mekanisme tubuh.

b. Menjadi Tetap Bugar
Yoga merupakan cara yang baik untuk membentuk postur tubuh. Berbagai posisi yoga dapat menyehatkan berbagai organdan membentuk otot-otot yang panjang dan langsing. Latihan menekuk tubuh kedepan, kebelakang, dan berbagai posisi menyamping atau berpilin dan posisi terbalik dapat menyeimbangkan dan melatih setiap otot, tulang, sendi-sendi, dan organ-organ tubuh.

2). Perbaikan Sirkulasi
Posi-posi yoga akan membawa perbaikan sirkulasi darah dan kelenjar getahbening diseluruh tubuh. Tekanan dari ruang abdomen terdapat diafragma yang dapat melatih otot-otot diafragma dan jantung. Posisi-posisi terbalik dapat meningkatkan kualitas tidur karena posisi tersebut membantu proses relaksasi sistem syarf simpatik, memampukan respon relaksasi untuk masuk.

3). Menghilangkan Penyait Kronis dan Mengurangi Stress
Berbagai penyakit kronis pada umumnya, atritis, osteoporosis, obesitas, asma, penyakit jantung, dapat disembuhkan dengan latihan program hatha yoga secara teratur. Yoga dapat menanggulangi stress dengan menanfaatkan kesadaran, pemusatan dan berbagai teknik pernapasan. Gerakan-gerakan yang lembut, relkasasi yang mendalam dam meditasi.

4). Membantu Menjadikan Rileks
Teknik pernafasan tertentu dapat mengendalikan pernafasan dan pikiran. Teknik pernafsan dapat membuat tubuh terasa lebih sehat. Sistem pernafasan dan sistem saraf menjadi tenang dan kuat, dan seluruh sel menerima kekuatan hidup dan makanan dari pernafasan.Teknik pernafasan yang baik dapat membuat energi vital dari tubuh dapat menjadi seimbang, kelelahan dapat berkurang, pikiran dan emosi dapat berkurang. Teknik relaksasi alam sadar secara sistematis membimbing kedalam keadaan rileks yang mendalam. Begitu suara-suara dalam pikiran menghilang, tubuh akan mampu untuk melepaskan tegangan otot.

5). Peningkatan Kepadatan Tulang
Sebuah penelitian baru yang dilakukan oleh Prof. Steven A. Hawkinsdan pengajar yoga Bee Beckman dari Departemen Kienesiologi dan Pendidikan Fisik di California State University, dengan bekerjasama dengan 12 wanita dari usia 18-65 tahun yang tidak memiliki pengalaman berlatih yoga. Setengah dari kelompok tersebut mengikuti dua kelas yoga selama seminggu dan juga berlatih sendiri tiga kali seminggu. Beberapa hari posisi tubuh yang dilatih adalah segitiga, bentuk setengah bulan, dan sudut smping yang dipanjangkan.

Pemeriksaan kepadatan tulang dilakukan pada awal penelitian dan kembali dilakukan enam bulan kemudian. Setelah enam bulan kelompok yoga yang kepadatan tulang punggungnya meningkat, sementara pada kelompok yang lain tidak terdapat perubahan dalam tingkat kepadatan tulang mereka.

6). Keseimbangan Emosi
Hatha yoga berdampak sngt besar bagi kehidupan seseorang. Gerakan menekuk tubuh ke depan adalah posisi tubuh yang berpusat pada diri sendiri, dan karena itu memiliki dampak menenangkan, mengurangi gejolak dan kegelisahan. Menekuk punggung ke belakang adalah gerakan yang berorientasi pada keadaan di luar tubuh yang mmbawa kegembiraan, membantu membuka tubuh dan melepas emosi-emosi yang tertahan seperti kesedihan dan rapatan.

Latihan pernafasan tertentu dapat dapat dilakukan untuk menggerakkan atau memberikan memberikan energi pada individu. Latihan relaksasi dan meditasi pada individu juga sangat berguna, tergantung situasi.

7). Peningkatan Kehidupan Seksual
Gerakan-gerakan fisik dari yoga merangsang dan menguatkan tubuh atau meningkatkan sirkulasi darah. Organ-organ pinggul dan otot yang menopang khhususnya otot-otot perineal dan bagian dasar dari tulang pinggul menjadi lebih sehat, mendapatkan asupan oksigen, dan didorong oleh darah segar dan makanan.

Daerah yang terjepit seperti bahu, pinggul urat-urat lutut, daerah kemaluan dan punggung bagian bawah menjadi mengendur dan lebih lentur. Kelenturan yang lebih besar memberi kemungkinan untuk melakukan berbagai posisi hubungan seksual yang lebih bervariasi dengan lebih mudah.

TUJUAN YOGA
Di masa kini yoga dipandang sebagai suatu teknik yang bermanfaat untuk mencapai kebugaran dalam kehidupan sehari-hari dan mencegah serta menyembuhkan berbagai macam penyakit atau gangguan tertentu (Savitri, 2009).

Berbagai variasi yang berbeda dari yoga muncul untuk tujuan yang berbeda. Variasi yang utama dari yoga termasuk :
Karma Yoga (yoga untuk tugas atau aksi)
Bhakti Yoga (yoga untuk penyembahan)
Jnyana Yoga (Yoga untuk pengetahuan)
Hatha Yoga (yoga untuk penampilan badan)

Tujuan dari semua variasi yoga di atas sama. Sasaran ini adalah pembebasan dari siklus kelahiran kembali yang disebut mukti atau kaivalnya. Namun, metode dan isi dari masing-masing variasi berbeda (Savitri, 2009).

1). Karma Yoga
Yoga ini berorientasi pada pelayanan. Setiap orang yang hidup berada dalam aliran ini. Karena apabila seseorang sedang dalam melakukan Karma Yoga ketika melayani orang lain dengan tidak memikirkan diri sendiri.

2). Bhakti Yoga
Bhakti Yoga berorientasi pada bakti dan pengabdian. Seorang pelaku Bhakti Yoga melihat sisi ketuhan dalam diri setiap orang dan mengabdikan dirinya untuk menumbuhkan kemampuan menerima, mencintai an bertoleransi pada segala sesuatu.

3). Jnana Yoga
Jnana Yoga berorientasi pada kebijaksanaan dan pengetahuan. Ini adalah yoga bagi pikiran. Setiap individu yang hidup dengan mengandalkan intelektualitas mereka akan tertarik pada yoga jenis ini.

4). Hatha Yoga
Hatha Yoga berorientasi pada hal-hal yang berisifat fisik. Posisi tubuh fisik, teknik-teknik pernafasan, relaksasi yang mendalam dan meditasi merupakan bagian dari Hatha Yoga.

ENAM CABANG YOGA

1. Raja Yoga
Raja berarti “megah”. Aliran ini berfokus pada meditasi dan kontemplasi. Meskipun tidak seluruhnya, namun banyak penganut Raja Yoga yang hidup terpisah dan berkontemplasi dalam kelompok masyarakat spiritual atau keagamaan.

2. Karma Yoga
Yoga ini berorientasi pada pelayanan. Setiap orang yang hidup berada dalam aliran ini. Karena apabila seseorang sedang dalam melakukan Karma Yoga ketika melayani orang lain dengantidak memikirkan diri sendiri.

3. Bhakti Yoga
Bhakti Yoga berorientasi pada bakti dan pengabdian. Seorang pelaku Bhakti Yoga melihat sisi ketuhan dalam diri setiap orang dan mengabdikan dirinya untuk menumbuhkan kemampuan menerima, mencintai an bertoleransi pada segala sesuatu.

4. Jnana Yoga
Jnana Yoga berorientasi pada kebijaksanaan dan pengetahuan. Ini adalah yoga bagi pikiran. Setiap individu yang hidup dengan mengandalkan intelektualitas mereka akan tertarik pada yoga jenis ini.

5. Hatha Yoga
Hatha Yoga berorientasi pada hal-hal yang berisifat fisik. Posisi tubuh fisik, teknik-teknik pernafasan, relaksasi yang mendalam dan meditasi merupakan bagian dari Hatha Yoga.

6. Tantra Yoga
Tantra Yoga berorientasi pada hal-hal yang berisifat ritual. Yoga jenis inilah yang sering disalah pahami. Salah satu dari bagian Tantra Yoga adalah ritual bagi kegiatan seksual yang sakral. Tantra Yoga adalah yang paling eksklusif jika dibandingkan dengan jenis-jenis yoga yang lain, dan sangat menarik bagi orang-orang yang menyukai berbagai upacara, perayaan atau ritual.

LATIHAN-LATIHAN PERNAFASAN
Pernafasan adalah bagian penting dari yoga. Latihan-latihan pernafasan berikut ini sebagai bagian dari latihan yoga.

1.Pernafasan Lengkap
Berbaring dengan lutut ditekuk dan mulailah bernafas melalui lubang hidung dan amatilah nafas anda. Rasakan dari tarikan nafas dan embusan nafas anda. Tetaplah relaks, tanpa mengubah atau memaksa nafas. Biarkan nafas mengalir dengan lancar dan tetap. Relaksasikan otot-otot wajah dan rahang.

Sekarang tempatkan tangan di perut bagian bawah, membiarkan untuk beristirahat. Sambil bernafas, rasakan tangan anda dipenuhi udara saat perut membesar. Perhatikan bagaimana saat perut berkontraksi bergerak menjauh dari tangan dan mengalami penyusutan ketika nafas anda dihembuskan. Lakukan sepuluh sampai dua belas kali tarikan nafas untuk mengamati pergerakan nafas dalam perut.

Selanjutnya letakkan telapak tangan dengan lembut pada tulang rusuk bagian depan bawah. Biarkan pergelangan tangan terletak bebas di atas tubuh. Sekali lagi, biarkan nafas masuk kedalam tangan melalui tarikan nafas dan rasakan tulang rusuk anda berkontraksi pada saat mengembuskan nafas. Lakukan sepuluh sampai dua belas kali tarikan nafas.

Terakhir, letakkan tangan pada tulang selangka dan amati nafas yang mengisi ruang dibawah tangan anda pada saat tarikan nafas. Perhatikan bagaimana dada bagian atas anda menyusut pada saat embusan nafas. Lakukan latihan ini untuk sepuluh sampai dua belas kali tarikan nafas.

Lalu tarik kembali tangan kesisi tubuh dengan telapak tangan menghadap keatas. Lanjutkan untuk memperhatikan nafas anda, rasakan tiga bagian pola nafas. Maka akan merasakan bahwa nafas menjadi lebih mudah dalam satu area dibandingkan dengan area lainnya. Dengan berlatih, seseorang akan dapat bernafas dengan lebih penuh, dalam dan akan dapat memenuhi seluruh tubuh.

2. Mengangkat tangan dengan Pernapasan
Berdiri dengan kaki rapat, kemudian letakkan kaki dengan kokoh pada lantai dan tegakkan kaki dan punggung sampai keatas kepala. Tangan berada disisi tubuh, telapak tangan menghadap kedepan. Mulailah bernafas dengan relaks dan normal melalui lubang hidung.

Ketika menarik nafas, angkatlah tangan dengan perlahan, rasakan perut terisi lalu rasakan tulang rusuk membesar dan bagian atas dada meluas. Biarkan perut, dada dan tulang rusuk anda yang membesar membantu mengangkat tangan. Pada puncak tarikan nafas, tangan akan berada diatas kepala. Ketika mulai mengembuskan nafas dengan alamiah, turunkan tangan kebawah dengan tetap mengamati gerakan nafas meninggalkan dada bagian atas dan ditekan keluar dari paru-paru dan perut.

Biarkan gerakan menurunkan tangan kebawah tersebut membantu mendorong nafas keluar dari dalam tubuh. Latihlah mengkoordinasi gerakan mengangkat dan menurunkan tangan dengan aliran nafas. Lakukan cara ini setidaknya sebanyak lima kali tarikan nafas.

Latihan pernapasan adalah cara yang baik untuk mempelajari nafas seseorang dan juga cara yang baik untuk membuka dan menghangatkan tubuh. Jangan khawatir apabila tarikan nafas terhenti sebelum mencapai dada bagian atas. Dengan latihan, embusan nafas akan menjadi lebih panjang dan ini akan memberikan pengaruh positif pada panjangnya tarikan nafas.

3. Memperkuat Diafragma
Diafragma adalah otot yang besar dan kuat yang terlibat dalam proses respirasi (pernafasan). Seperti otot-otot yang lain, diafragma perlu dilatih agar menjadi lebih kuat dan dapat berfungsi secara optimal.

Berbaringlah dengan posisi telentang dan letakkan kantong pasir seberat lima kilogram (atau sekantung beras atau tepung) diatas perut, tepat dibawah tulang rusuk yang melayang (floating rib). Berbaring dan bernafaslah dengan normal, tanpa paksaan, selama lima menit. Jangan berusaha mengangkat kantung pasir tersebut. Biarkan nafas anda menyentuh kantung pasir. Apabila merasakan kelelahan sebelum lima menit, maka kurangilah waktu latihan.

Jika merasakan berat dari kantung pasir ketika dada naik dan turun, namun jangan coba mengangkat kantung pasir tersebut. Biarkan nafas anda dan kantung pasir yang melatih otot diafragma. Otot diafragma yang kuat dan tidak tegang akan memberikan pernafasan yang lebih penuh, mendalam dan efisien serta akan memberikan sumbangan bagi pemompaan dan sirkulasi dengan sistem getah bening.

Setelah lima menit, angkat kantung pasir dari diafragma dan lanjutkan mengamati nafas. Latihlah pernafasan dengan kantung pasir selama lima menit sehari, berangsur-angsur diperpanjang sampai dengan sepuluh menit. Lakukanlah latihan ini selama sebulan, dengan jadwal tiga hari latihan sehari istirahat. Perhatikanlah perubahannya. Pernafasan akan menjadi lebih dalam dan efisien dan diafragma menjadi lebih kuat. latihan ini dapat diulang-ulang kapan saja untuk melatih dan memperkuat diafragma.

Berbagai Posisi Pemanasan
Berbagai posisi pemanasan memberikan masa transisi yang aman kedalam latihan asana, mengisolasi kelompok otot dan bagian tubuh seperti bahu, tulang punggung, pinggul, punggung bawah, dan selangkangan. Anda dapat menggunakan urutan pemanasan yang dibahas dalam bab ini sebagai bentuk latihan ringan atau dengan hanya melakukan beberapa gerakan, tergantung pada kebutuhan anda masing-masing.

1. Supta Tadasana
Adalah posisi berbaring. Berbaringlah dengan kadua kaki dirapatkan. Tarik tumit dan mata kaki kedepan, dengan menarik tungkai kaki menjauhi telapak kaki dan pergelangan. Tangan diletakkan disisi tubuh dengan telapak menghadap keatas.

2. Supta Balasana
Adalah posisi seorang anak kecil. Berbaringlah pada punggung, tarik lutut dan telapak kaki keatas sampai membentuk garis lurus. Bernafas dengan penuh. Embuskan nafas dan tarik lutut ke dada. Gunakan tangan untuk memeluk lutut dan tahan posisi tersebut selama beberapa kali tarikan nafas, nikmatilah tarikan pada otot-otot punggung bawah. Selanjutnya, tarik dagu kearah lutut dan tahan posisi itu untuk beberapa tarikan nafas.

3. Modifikasi Supta Padangusthasana
Adalah gerakan membaringkan tangan pada ibu jari. Sambil tetap berbaring dengan lutut dilipat, tariklah kaki kiri keatas dan telapak kaki ditarik kedepan. Jepit tangan dibelakang lutut kanan dan tahan posisi itu untuk beberapa tarikan nafas.
Lalu tarik kaki kanan keatas, tahan lutu dengan menggunakan tangan atau gunakan ikat pinggang yang dilingkarkan pada telapak kaki kanan. Tahan posisi tersebut, tarik nafas dengan lancar, secara perlahan tariklah kaki atau berikan sedikit menekuk.

4. Supta Balasana dengan Kaki yang Dilebarkan
Adalah posisi seorang anak kecil, namun posisi ini dilakukan dengan kaki yang dilebarkan. Berbaringlah pada punggung, tekuk lutut kearah dada dan lebarkan lutut dengan nyaman. Jepit tangan dibawah lutut, menahan bagian luar lutut agar tetap terangkat. Tetaplah dalam posisi ini untuk beberapa kali tarikan nafas. Lalu ubahlah posisi tangan untuk menahan bagian dalam lutut.

5. Ayunan Pada Tulang yang Telentang
Adalah gerakan pemanasan yang sangat baik bagi tulang punggung. Berbaring dengan tangan terjepit dibelakang lutut, lekatkan dagu pada dada dan mulailah menggulung tulang punggung anda keats dan kebawah dalam gerakan mengayun yang lembut. Ulangi beberapa kali.

6. Supta Baddha Konasana
Adalah posisi membentuk sudut tertutup. Berbaring, tekuk lutut kesisi kanan dan kiri dan satukan tapak kaki. Tarik tungkai kaki ke arah tulang pinggul sampai terasa nyaman. Biarkan paha terletak pada lantai. Tahan posisi ini untuk beberapa kali tarikan napas.

7. Ayunan Kaki
Adalah pembuka pinggul yang sangat baik. Berbaring dengan lutut dan telapak kaki diangkat sampai membentuk garis lurus. Tekuk kaki kanan kearah samping tubuh dan letakkan bagian luar dari pergelangan kaki kanan pada paha yang berada didekat lutut. Jepit tangan dibawah lutut kiri dengan menyusupkan tangan kanan diantara dua kaki dan melingkarkan tangan kiri melalui bagian luar paha kiri kearah lutut. Tarik nafas dan pada saat mengembuskan nafas, tarik kaki kiri kearah dada secara perlahan. Disertai dengan melakukan ini, dorong tulang bokong ke arah lantai dan tekan paha kiri kearah yang terjepit. Tahan untuk beberapa tarikan nafas lalu ubah posisi.

8. Jathara Parvartanasana
Jathara Parvartanasana adalah posisi memutar perut. Berbaring dan tekuk lutut dan telapak kaki sejajar pada lantai. Tarik telapak kaki menjauh dari lanti dan tarik lutut ke arah dada. Rentangkn tangan kesamping diatas lantai, tumpuklah kedua lutut dan pergelangan kaki ke sisi kiri dan kann di atas lantai dengan membentuk sudut 90 derajat. Pertahankan posisi tulang punggung dalam tarikan nafas, pada saat menghembuskan nafas putar bahu kiri kearah lantai. Lakukan untuk beberapa kali nafas.

9. Modifikasi Ardha Bhekasana
Adalah posis setengah katak, yaitu berbaring pada perut, tekuk kaki kanan dan tahan bagian luar dari pergelangan kaki kanan denag tangan. Dalam setiap hembusan nafas, kendurkan posisi, sehingga pada bagian dpan menjadi terbuka dan urat-urat lutut dapat berkontraksi. Jangan latihan jika terdapak indikasi penyakit lutut.

10. Parvatasana dalam Vajrasana
Adalah posisi halilintar. Duduk dalam dandasana dan ambilah posisi berlutut dengan tulang punggung tegak. Buat jari-jari saling mengunci dan letakkan tangan di depan. Tarik nafas dan angkat tangan ke atas kepala. Tahan posisi tersebut untuk beberapa tarikan nafas, lalu hembuskan nafas dan lepaskan diri dari posisi mengunci. Ubah gerakan kunci dan ulangi posisi tadi.

11. Posisi Tangan Gumukhasana Ketika Duduk dengan Posisi Vajrasana
Gumukhasana adalah posisi kepala sapi, Vajrasana adalah posisi halilintar. Tarik tangan keatas, tekuk tangan kanan kebelakang tubuh, tekuk siku dan lihatlah apakah anda dapat menggenggam tangan yang lainnya di bagian punggung, diantara bahu. Jika tidak maka gunakanlah tali.

Renggangkan siku kearah yang berlawanan satu sama lain dan tarik jari-jari seperti sedang melapaskannya. Bawa tangan ke atas kemudian ke belakang, dengan tangan bagian dalam berada di dekat telinga kiri. Tahan posisi tersebut untuk beberapa tarikan nafas, lalu hembuskan nafas. Pernafasan yang dilakukan dengan ringan mengindikasikan keseimbangan, sementara nafas yang tidak teratur mengindikasikan telah dilakukannya kerja yang berlebihan.

Relaksasi
1. Manfaat Relaksasi
Relaksasi yang dilakukan satiap hari sangat penting untuk kesehatan yang optimal, karena hal tersebut akan memungkinkan pikiran dan sistem tubuh mengalami peremajaan dan pemulihan dari hal-hal yang terjadi pada hari itu. Insomnia adalah masalah yang terus berkembang dan mempengaruhi mekaninsme alami tubuh untuk proses istirahat dan penyembuhan selama melakukan relaksasi yang mendalam, tubuh menjadi lemas dan pikiran menjadi tenang.

Hal ini membebaskan dari berbagai kecemasan sehari-hari. Respon yang diberikan pada relaksasi yang dihubungkan dengan sistem saraf parasimpatik, sehingga saat relaksasi mencatatkan diri dalam tubuh dan pikiran, sistem saraf parasimpatik akan mendobrak masuk, menghasilkan sensasi dari dilepasnya ketegangan (pernafasan yang lebih lambat dan penuh), detak jantung yang lebih lambat. Pikiran menjdi lebih tenang, dengan lebih banyak ruang diantara keruwetan berbagai pikiran.

Banyak orang melaporkan bahwa melatih relakasasi secara mendalam meningkatkan kualitas dan jumlah waktu tidur mereka, mengurangi rasa sakit, melepaskan ketegangan, membantu dalam mengatur stres, mengembalikan dan mempertahankan kesehatan dan menimbulkan rasa damai dan penerimaaan. Relaksasi secara mendalam dan pelepasan ketegangan juga meningkatkan kelenturan tubuh.

2. Posisi Relaksasi Dasar
Pada posisi ini kita belajar seni mendiamkan diri dan tubuh. Biasanya dilakukan di bagian akhir dilatihan dan dilakukan dalam posisi berbaring. Tubuh secara sistematis menjadi rileks dan akan membuat pikiran mengusir semua keruwetan di kepala yang mengaburkan persepsi dan menghalangi relaksasi total. Ini adalah bentuk relaksasi kedalam yang penting untuk mematikan semua rangsangan dari luar dan meningkatkan relaksasi.

Mata terpejam, nafas lancar dan alami. Relaksasi mendalam terjadi ketika seseorang mempertahankan alam sadar dan kesadaran akan seluruh proses. Alam pikiran yang hiruk pikuk keluar masuk pada alam sadar dan mengamati dengan penuh ketidaksabaran, seperti saat sedang melihat layar film.

3. Posisi Relaksasi Dasar dalam Yoga
Untuk melakukan teknik-teknik pernafasan, berbaringlah dengan kaki diluruskan dengan posisi yang nyaman. Putar telapak tangan sambil memutar lengan atas keluar, biarkan lengan terletak santai sedikit disamping tubuh sehingga ketiak dan tubuh bagian samping merasa terbuka dan lemas, dan tidak tegang. Seimbangkan tubuh bagian samping, lengan dan kaki, rasakan berat badan yang sama pada bahu, bokong, lengan, dan kaki. Tarik dan embuskan nafas dengan penuh, seperti menghela nafas, untuk melepaskan tubuh dengan santai. Pertahankan posisi ini sepanjang melakukan posisi teknik-teknik pernafasan, dengan sedikit mungkin ganggua dan gerakan.

YANG PERLU DI PERHATIKAN SEBELUM MELAKUKAN YOGA
Perut harus kosong ketika melakukan berbagai tehnik. Sebagai saran yaitu sebaiknya menunggu 2 jam setelah menyantap makanan ringan dan 4 jam setelah menyantap makanan berat sebelum melakukan latihan yoga. Karena berbagai tehnik tarikan, putaran, tekanan, dan membalikkan abdomen akan menimbulkan rasa mual, rasa panas dalam perut, dan bisa kram yang disebabkan oleh keadaan perut penuh.

Apabila mempunyaimasalah punggung atau lutut, melompat keluar mask pada posisi yoga tidak disarankan, sekalipun itu dilakukan dengan pelan.
Pada penderita yang mengalami sakit punggung bawah atau lemah punggung harus melakukan dengan hati-hati dan tidak mencekungkan tulang punggung, tetapi sebaliknya fokuskan latihan pada pemanjangan tulang punggung.
Pada penderita jantung, tekanan darah tinggi, dan penyakit-penyakit serius lainnya dapat melakukan tehnik-tehnik yoga. Namun, harus dilakukan dibawah pengawasan instruktur yoga yang profesional.

Penarikan nafas yang dalam tidak disarankan bagi penderita gangguan jantung atau hipertensi. Penekannya harus diletakkan pada embusan nafas. Dan embusan nafas yang dalam seharusnya tidak dilakukan oleh mereka yang sedang menderita depresi atau tekanan darah rendah, namun penekanan diletakan pada tarikan nafas.

KONSEP TERAPI RELAKSASI YOGA YANG DAPAT MENGURANGI GANGGUAN TIDUR
Pada terapi yoga ini yang dapat mengurangi gangguan tidur adalah pada teknik relaksasi.

Teknik yoga khusus untuk relaksasi mendalam yang akan mengurangi dampak yang merugikan dari stress (Savitri, 2009). Relaksasi yang dilakukan setiap hari sangat penting untuk kesehatan yang optimal, karena hal tersebut akan memungkinkan pikiran dan sistem tubuh mengalami peremajaan dan pemulihan dari hal-hal yang terjadi pada hari itu. Insomnia adalah masalah yang terus berkembang dan mempengaruhi mekaninsme alami tubuh untuk proses istirahat dan penyembuhan selama melakukan relaksasi yang mendalam, tubuh menjadi lemas dan pikiran menjadi tenang. Hal ini membebaskan dari berbagai kecemasan sehari-hari.

Respon yang diberikan pada relaksasi yang dihubungkan dengan sistem saraf parasimpatik, sehingga saat relaksasi mencatatkan diri dalam tubuh dan pikiran, sistem saraf parasimpatik akan mendobrak masuk, menghasilkan sensasi dari dilepasnya ketegangan (pernafasan yang lebih lambat dan penuh), detak jantung yang lebih lambat. Pikiran menjdi lebih tenang, dengan lebih banyak ruang diantara keruwetan berbagai pikiran.

Banyak orang melaporkan bahwa melatih relakasasi secara mendalam meningkatkan kualitas dan jumlah waktu tidur mereka, mengurangi rasa sakit, melepaskan ketegangan, membantu dalam mengatur stres, mengembalikan dan mempertahankan kesehatan dan menimbulkan rasa damai dan penerimaaan. Relaksasi secara mendalam dan pelepasan ketegangan juga meningkatkan kelenturan tubuh.

DAFTAR PUSTAKA

Aziz, A, H. 2006. Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: Salemba Medika
Aziz, 2008. Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta : Salemba Medika
Aziz, 2008. Keterampilan Dasar Praktik Klinik untuk Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika
Aziz, 2008. Metode Penelitian Keperawatan Dan Teknik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika
Arikunto, S, 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
Aryo, 2006. Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: EGC.
Banyu, 2010. Keperawatan Gerontik dan Geriatrik. Tangerang: Karisma.
Damandiri, 2010. Keperawatan Gerontik dan Geriatrik. Jakarta: EGC
Davis, E, 2005. Panduan Relaksasi dan Reduksi Stres. Jakarta: EGC.
Hardi, W, 2000. Keperawatan Gerontik dan Geriatrik. Jakarta: EGC.
Iwan, 2009. Skala Insomnia (KSPBJ Insomnia Rating Scale). http://www.sleepnet.com 24 Juni 2010; 10.00 WIB
Kusyati E, 2006. Keterampilan Dan Prosedur Laboratorium. Jakarta: EGC.
Mar, E, 2008. Mengenal Usia Lanjut dan Perawatanya. Jakarta: Salemba Medika.
Martono, 2005. Keperawatan Gerontik dan Geriatrik. Tangerang: Karisma.
, 2006. Keperawatan Gerontik dan Geriatrik. Tangerang: Karisma.
Nugroho W, 2008. Keperawatan Gerontik dan Geriatrik. Jakarta: EGC
Nursalam, 2007. Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Perry, A, 2005. Buku Saku Keterampiln Dan Prosedur Dasar. Jakarta: EGC
Potter A, P, 2005. Fundamental Keperawatan. Jakarta: EGC
Purnomo,W, 2006. Teknik Penulisan Usulan Penelitian Kualitatif Dan Karya Tulis Ilmiah Di Bidang Kesehatan. Surabaya: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga.
Ramaiyah, 2009. Yoga Untuk Kesehatan. Tangerang: Karisma
Robinson, 2005. Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: EGC.
Setyoegoro, 2006. Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: EGC.
Suryabarata, 2010. Metodologi Penelitian. Jakarta: RajaGrafindo Persada
Wahjudi, 2008. Keperawatan Gerontik dan Geriatrik. Jakarta: EGC.
Tarwoto, W, 2006. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Widyantoro, 2010. Yoga yuk, biar fit. Jakarta: Raketindo Primedia Mandiri.
Worby, 2007. Memahami Segala Tentang Yoga. Tangerang: Karisma

Sumber:
http://dr-suparyanto.blogspot.com/2011/03/konsep-yoga.html

Mengelola Kolesterol melalui Posisi Yoga


Tahukah Anda?

Kolesterol adalah substansi lembut, berada di antara lipid dalam aliran darah dan sel. Kolesterol tidak semuanya buruk. Sebagai contoh, tubuh kita menggunakannya untuk membentuk membran sel. Tapi terlalu banyak kolesterol dalam aliran darah bisa tidak sehat, dan menyebabkan penyakit jantung koroner.

Penelitian Bite

Menurut beberapa penelitian, kadar kolesterol total kurang dari 200 adalah yang terbaik. 200-239 adalah batas tinggi. 240 atau lebih berarti Anda pada peningkatan risiko untuk penyakit jantung. Yoga menggunakan latihan untuk bersantai dan nada otot dan untuk memijat organ-organ, teknik pernapasan untuk mengatur energi tubuh tingkat dan postur relaksasi untuk mengurangi dan menghilangkan stres dan kecemasan. Yoga mengurangi hormon stres, yang pada gilirannya menurunkan kolesterol. Untuk menurunkan efek buruk dari stres dan produk sampingan, sebuah rezim harian latihan yoga setidaknya selama 20 – 30 menit setiap hari sangat dapat membawa perasaan kesehatan yang baik dan menurunkan kolesterol jahat secara signifikan.

Latihan Yoga untuk Mengelola Kolesterol

Berikut ini adalah pose yang bermanfaat dalam meningkatkan sirkulasi darah dan menghilangkan penumpukan kolesterol dalam tubuh Anda.

Sarvangasana

Berbaring telentang. Tarik napas dalam-dalam sementara menaikan kaki dan tulang belakang sampai jari kaki menunjuk ke langit-langit. Tubuh bertumpu pada bahu dan bagian belakang leher. Tubuh didukung oleh tangan, yang ditempatkan di tengah tulang belakang antara pinggang dan tulang belikat. Jaga tulang punggung dan kaki lurus. Tetap dalam posisi ini selama sekitar dua menit. Sekarang tekuk lutut Anda, kurva punggung dan perlahan kembali ke tergeletak di lantai sambil membuang napas. Pertama tekuk lutut Anda, menaruh telapak Anda di lantai, maka tulang belakang melengkung, secara bertahap terungkap dengan cara yang terlepas dari gulungannya karpet. Ketika seluruh punggung Anda menyentuh lantai, luruskan lutut, ambil napas dalam-dalam dan perlahan-lahan lebih rendah kaki Anda ke tanah saat napas keluar.

Ardha Matsyendrasana

Duduklah dengan memperluas kedua kaki Anda bersama-sama di depan, tangan oleh samping, telapak tangan beristirahat di atas tanah. Jari harus tetap bersama-sama menunjuk ke depan. Lipat kaki tepat di lutut. Perlahan-lahan mengatur tumit kanan pada perineum. Sekarang melipat kaki kiri, membawanya dari atas lutut kanan, tempat itu di samping pada tanah. Lutut kaki kiri harus tetap ke arah langit. Sekarang membawa tangan kanan pada sisi kiri lutut kiri. Lutut kiri harus tetap di sisi kiri ketiak kanan. Sekarang meluruskan tangan kanan dan memegang kaki atau pergelangan kaki kiri. Memutar tubuh ke sisi kiri, melihat ke belakang, tempat tangan kiri membawanya dari kembali pada paha kanan. Pandangan harus ke arah belakang. Ketika kembali ke posisi semula, pertama melepaskan tangan dari paha dan putar kepala ke depan. Sekarang membawa kembali ke posisi normal setelah melonggarkan tangan kanan. Bawa kaki kiri dalam posisi aslinya. Sekarang membawa kaki kanan juga ke posisi semula. Ulangi hal yang sama dari sisi lain dengan melipat kaki kiri pertama.

Shalabhasana

Berbaring menghadap ke bawah dengan lengan di samping, telapak tangan ke bawah, siku sedikit ditekuk (jari menunjuk ke arah kaki). Lalu tiba-tiba menaikkan kaki dan paha (dan tubuh jika mungkin) dari tanah. Hanya dagu, bahu dan dada harus menyentuh tanah. Tahan diri Anda dalam posisi ini selama 1 detik. Latihan ini dapat dilakukan sekitar setengah lusin kali dengan keselamatan. Jangan tahan nafas, dan berpose untuk terlalu lama jika terasa tidak nyaman. Setelah menyelesaikan postur ini, pernapasan akan lebih cepat. Jangan ulangi postur sampai percepatan pernapasan telah berkurang.

Vajrasana

Duduklah dengan kaki diperpanjang bersama-sama, tangan di sisi tubuh, telapak beristirahat di tanah, jari-jari tangan bersama-sama menunjuk ke depan. Lipat kaki kanan di lutut dan tempat kaki di bawah pantat kanan. Sole akan tetap berada di dalam. Demikian pula melipat kaki kiri, tempat di bawah pantat kiri. Tangan harus beristirahat di paha masing-masing. Duduk tegak, pandangan ke arah depan dan tutup mata Anda. Ketika kembali ke posisi semula, tekuk sedikit ke arah sisi kanan dan mengambil kaki kiri dan memperluasnya. Demikian pula memperpanjang kaki kanan dan kembali ke posisi semula.

Dikutip dari: http://www.desidieter.com

Yoga Dapat Membantu Penderita Hipertiroid


Kabar baik buat penggemar yoga.

Selain menenangkan pikiran, menghilangkan stres dan meningkatkan konsentrasi kini yoga juga bisa digunakan sebagai perawatan untuk penyakit hipertiroid (produksi hormon tiroid yang berlebihan).

Sebenarnya yoga bisa digunakan untuk menstimulasi kelenjar tiroid, pineal, pituitary dan juga kelenjar adrenal. Manfaatnya adalah dengan melakukan yoga bisa membantu melemaskan dan meregangkan otot di leher serta memperkuat sistem saraf.

Kelenjar tiroid itu sendiri bertanggung jawab terhadap berat badan dan penampilan awet muda seseorang. Yoga yang dilakukan untuk penderita hipertiroid berguna dalam merangsang kelenjar tiroid agar dapat bekerja seefisien mungkin. Salah satu gerakan dalam yoga yang bisa membantu penderita hipertiroid adalah ‘Ustrasana” atau disebut juga dengan posisi unta.
Gerakan ini adalah berlutut dengan jarak lutut diatur selebar bahu. Letakkan telapak tangan di punggung bagian bawah. Telapak tangan lantas mendorong punggung ke depan. Dada menghadap ke atas dan leher dipanjangkan ke belakang. Tahan selama 5 detik. Buang napas, dan lakukan gerakan ini sebanyak 2 set.

Selain gerakan yoga tersebut, penderita hipertiroid pun bisa melakukan latihan seperti duduk di atas tumit lalu letakkan tangan di belakang sambil digenggam. Tarik napas dalam-dalam dan kemudian dikeluarkan sambil kepala digerakkan ke belakang.

Pada saat yang bersamaan angkat lengan tangan sedikit ke belakang dan bernapaslah secara normal. Turunkan tangan secara perlahan-lahan sambil keluarkan napas dan kembali duduk dengan tegak. Ulangi hal ini 3 sampai 4 kali dalam sehari.

Selain melakukan gerakan-gerakan tersebut, sebaiknya juga menghindari hal-hal yang dapat memicu meningkatnya hormon tiroid seperti jangan merokok dan mengonsumsi alkohol, hindari mengonsumsi kafein, hindari makanan yang dibuat dengan menggunakan berbagai proses seperti pasta atau roti putih serta kurangi makanan yang berlemak.

Hipertiroid memang suatu penyakit yang tidak menyenangkan. Tetapi dengan melakukan langkah-langkah mudah tersebut, Anda bisa secara efektif menyembuhkan kelenjar tiroid yang terlalu aktif.

Dikutip dari detikHealth, Sabtu, 10/10/2009 09:41 WIB

Alasan tepat memulai Yoga


1. Fleksibilitas pada badan
Keuntungan yang segera dapat dilihat apabila kita berlatih yoga adalah mempunyai badan yang fleksibel dari pada sebelumnya. Mungkin pada awal berlatih kita belum dapat melakukan forward bend atau mencium lutut, tetapi dengan konsistensi latihan yang baik, kita akan dapat melakukannya.
Yoga Body Stretch adalah suplemen yang aman untuk membuat badan jadi lentur dan fleksiblel?

2. Otot yang lebih kuat
Meskipun tidak seperti latihan angkat beban, yoga dapat memperkuat otot-otot. Otot yang kuat dapat melindungi kondisi seperti arthritis pada sendi, sakit punggung dan pinggang,. Otot yang lebih kuat juga melindungi orangtua/berumur menghindari risiko jatuh dan/atau patah tulang.

3. Melemaskan Sendi
Setiap kali kita berlatih yoga, semua sendi tulang akan digerakan kesemua arah dengan maksimal. Hal ini akan melindungi penyakit seperti “degenerative disk disease” (biasanya terjadi pada bagian tulang belakang C5-C6 yang menyebabkan sakit pada punggung dan pinggang). Sadarkah kita apabila seseorang tidak pernah bergerak, sendi tulang akan lebih kering dan hal ini menyebabkan risiko radang arthritis? Gerakan-gerakan yoga membantu tubuh memberikan nutrisi pada tulang (berupa cairan) yang efeknya seperti pelumas.

4. Menyehatkan tulang punggung
Memastikan tulang punggung di posisi yang baik dan benar. Tulang punggung sangat membutuhkan gerak? YA, tanpa bergerak, tulang akan rapuh dan mudah sekali terjadi penyempitan. Dengan latihan yoga, kita dapat menghindari sakit punggung bahkan risiko operasi (apabila sudah pada phase tertentu, sakit punggung tidak dapat disembuhkan dengan cara alami).

5. Melancarkan aliran darah
Setelah berlatih yoga, kita akan merasakan sirkulasi darah yang lebih lancar di tubuh, tangan dan kaki. Semua sel dalam tubuh berfungsi dengan baik karena bertambahnya asupan oksigen. Dengan melancarkan peredaran darah dari bagian bawah (kaki dan pinggang) ke jantung, dan kemudian ke paru-paru, berarti anda mengurangi risiko bengkak pada kaki (yang biasanya disebabkan oleh terlalu sering duduk di kantor) dan mengurangi risiko negatif pada organ jantung dan ginjal. Sudah dibuktikan oleh medis, yoga menambah sel hemoglobin dan partikel sel darah merah, yang merupakan alat sirkulasi oksigen ke semua bagian tubuh.

6. Immune tubah
Sistem immune adalah bagian dari pertahanan tubuh. Apabila otot di stretching dan di kontraksi pada latihan yoga, proses ini akan me-aktivasi sistem lymphatic pada manusia dan akan mengeluarkan cairan pertahanan tubuh yang mengurangi risiko infeksi. Hal ini termasuk memerangi pertumbuhan sel-sel kanker pada tahap awal.

7. Mengurangi tekanan darah
Apabila kita mempunyai gejala tekanan darah tinggi, maka kita akan sangat diuntungkan dengan berlatih yoga. Dari studi yang diterbitkan oleh British Journal, “The Lancet”, menunjukkan efek dari Savasana (Corpse pose), yaitu pose yang sangat mudah dan simple. Setelah dilakukan selama 3 bulan, terbukti bahwa pose Savasana dapat mengurangi tekanan darah sebesar 26 point pada tekanan Systolic (angka atas pada tekanan darah) dan 15 point pada tekanan Diastolic (angka bawah pada tekanan darah).

8. Menyehatkan detak jantung
Apabila anda mengikuti kelas kardio seperti aerobik, renang, dsb, sudah tentu jantung anda akan lebih sehat dan mengurangi resiko serangan jantung. Yoga bukanlah aerobik, tetapi ada beberapa jenis yoga yang memberikan efek seperti halnya melakukan aerobik. Sebagai contoh: Ashtanga yoga, power yoga, dan bikram yoga…

9. Memperendah level Cortisol
Apabila anda mengalami stress dan depresi, tubuh anda akan mengeluarkan “Cortisol”. Apabila level dari Cortisol tinggi, hal ini tidak akan baik bagi tubuh, karena Cortisol akan menghambat pengeluaran cairan immune tubuh, menambah gula dalam tubuh dan menaikkan tekanan darah. Apabila kita melakukan latihan yoga secara reguler, cortisol level pada tubuh akan terkontrol dengan baik dan anda akan sehat selalu.

10. Membakar Kalori
Beberapa dari kita ingin menurunkan berat badan atau menjadi lebih langsing. Hal ini bisa didapatkan apabila kita membakar kalori lebih banyak. Kegiatan yoga yang dilakukan dengan temperatur 40 derajat celcius dapat membakar kalori sangat banyak atau melakukan gerakan yoga tanpa henti.

11. Merendahkan kadar Gula Darah
Telah dibuktikan, latihan yoga secara reguler menurunkan kadar gula dan LDL (kolesterol jelek pada tubuh). Dengan demikian, hal ini menambah kesehatan secara keseluruhan.

12. Mempertinggi tingkat immune tubuh
Semua jenis yoga dapat meningkatkan pertahanan tubuh (immune body system).

13. Menambah kapasitas bernafas
Ada teknik bernafas yang disebut “complete breathing” diajarkan kepada penderita gagal jantung dan paru-paru. Setelah dilakukan penuh sebulan, mereka rata-rata mengalami kemajuan pada kondisi kesehatannya. Bernafas secara dalam (deep breathing) juga memberikan asupan oksigen yang lebih banyak kedalam darah.

Yoga memberikan kesehatan secara total. Jadi tunggu apa lagi?

Yoga Untuk Penderita Radang Sendi


Menderita arthritis bukan berarti tak dapat melakukan latihan fisik. Yoga yang mempelajari gerakan lembut, secara bertahap dapat membangun kekuatan, keseimbangan, dan fleksibilitas. Yoga akan banyak bermanfaat bagi penderita radang sendi.

Menurut pedoman pengobatan yang diterbitkan oleh American College of Rheumatology, aktivitas fisik merupakan bagian penting dari pengobatan yang efektif untuk osteoarthritis (OA) dan rheumatoid arthritis (RA). Latihan yang lembut dan aman lebih baik, sehingga tidak memperburuk nyeri atau memperburuk penyakit pada penderita artritis.

Aktivitas fisik secara teratur sangat penting untuk orang dengan radang sendi, yang sering mengalami penurunan kekuatan otot, energi fisik, dan daya tahan. Fungsi kekebalan ditingkatkan dan manfaat psikologis dari latihan, seperti gejala depresi lebih sedikit dan pengurangan stres, dapat bermanfaat untuk kesehatan secara keseluruhan.

Yoga merupakan cara yang efektif dan aman untuk meningkatkan aktivitas fisik, termasuk untuk orang yang menderita radang sendi.

Yoga dapat meningkatkan keseimbangan, meningkatkan fleksibilitas, meningkatkan kekuatan otot, dan meningkatkan daya tahan pernapasan. Yoga dapat meningkatkan energi tubuh sehingga akan lebih sedikit merasakan sakit dan nyeri.

Sampai sekarang, hanya sedikit studi ilmiah telah dilakukan mengenai yoga pada orang dengan Oosteoarthritis (OA) dan rheumatoid arthritis (RA), meskipun ada banyak bukti dari manfaat latihan fisik tersebut.

Dengan beberapa perbaikan dalam kesehatan sendi, kesejahteraan emosional, dan fungsi fisik, studi awal telah menunjukkan hasil yang menjanjikan. Yoga dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan perasaan positif dan kesejahteraan, serta mengurangi stres dan frustrasi yang merupakan hasil dari rasa sakit.

Meskipun terdapat pengobatan untuk pasien radang sendi, namun para pasien membutuhkan kegiatan tambahan untuk mengurangi rasa sakit. Menggabungkan yoga dengan program perawatan medis akan sangat baik, sehingga dapat memberikan manfaat penting untuk tambahan kesehatan fisik dan psikologis bagi pasien arthritis seperti dikutip dari Epharmapedia, Kamis (29/9/2011).

Pilates Untuk Kesehatan Tulang Kita


Pernah mencoba senam yoga atau anda pernah merasakan manfaat fitness pilates?
kalau pernah maka tak ada salahnya kalau kembali digiatkan, namun kalau belum tak ada salahnya mencoba senam pilates, karena lewat sedikit modifikasi tampil dengan tubuh seksi ternyata dapat diraih lewat senam pilates.

Mereka yang berpostur baik biasanya memiliki tingkat kebugaran tinggi. Pilates, metode olahraga yang dikembangkan Joseph Pilates pada awal abad ke-20 ini berguna untuk melenturkan serta fleksibilitas seluruh bagian tubuh. Selain dapat memperbaiki postur tubuh yang kurang sempurna, senam yang menekankan teknik pernapasan dan perpaduan gerakan tubuh ini juga dapat memperbaiki masalah-masalah yang berhubungan dengan kelainan tulang belakang

Teknik Pilates menawarkan metoda unik body control, stretching, penguatan otot dan juga meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan. Memadukan Pilates dengan olah raga yang sedang Anda tekuni sekarang akan meningkatkan kekuatan, body alignment, keseimbangan tubuh, kesadaran tubuh, mengurangi resiko cedera tubuh dan meningkatkan performa sport Anda.

Teknik Pilates menolong anda untuk mengenali kekuatan dan kelemahan tubuh anda dan kemudian membantu anda untuk menyeimbangkannya kembali. Secara fungsional tekhnik Pilates berbeda dari olah raga lainnya. Fokus gerakan adalah penggunaan pusat inti (central core) untuk mengontrol gerak seluruh tubuh termasuk kaki dan tangan, sementara olah raga lain banyak yang memfokuskan lebih ke kaki dan tangan itu sendiri.

Pilates merenggangkan dan memanjangkan otot-otot, membuat tubuh menjadi kuat dan kencang tanpa membentuk volume (besar-besar dan bulat), pilates juga mengajarkan kita memusatkan pikiran untuk melatih tubuh dan perlahan-lahan bertahap meningkatkan koordinasi tubuh, kesadaran tubuh, kelenturan/keluwesan tubuh dan alignment keseluruhan tubuh.

%d bloggers like this: